Senin, 12 September 2011

Perilaku organisasi


Perilaku organisasi (PO) adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan pengetahuan tentang bagaimana manusia berperan atau berperilaku atau bertindak di dalam organisasi (Davis&Newstrom, 1989). Elemen-elemen kunci dalam perilaku organisasi adalah: manusia, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi tersebut beroperasi.
• Manusia membentuk sistem sosial yang bersifat internal dalam organisasi.
• Struktur organisasi menentukan hubungan formal manusia.
• Teknologi memberikan modal manusia dalam tugas-tugasnya.
• Lingkungan merupakan faktor luar yang mempengaruhi organisasi, mempengaruhi sikap manusia, kondisi kerja, pesaing dan kekuatan
Konsep Dasar Perilaku Organisasi :
  1. Perbedaan individual dimana ada istilah “hukum tentang perbedaan individual” (Law of of individual differences)
  2. Manusia secara keseluruhan, bahwa sifat manusia yang berbeda boleh dipelajari secara terpisah, tetapi pada akhirnya sifat-sifat ini merupakan bagian sebuah system yang menciptakan manusia secara keeluruhan.
  3. Perilaku yang bermotivasi, dalam masalah kebutuhan manusia termotivasi bukan oleh perikraan atas apa-apa yang dibutuhkannya, tetapi oleh keinginan mereka sendiri.
  4. Nilai-nilai kemanusiaan (martabat manusia), konsep ini lebih bersifat etis filosofis daripada kesimpulan ilmiah.
Perilaku organisasi merupakan ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.

Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi.

Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri.
Seperti halnya ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja.

GENERALISASI PERILAKU
  1. Pekerja bahagia – pekerja produktif
  2. Orang akan produktif jika atasan ramah, dipercayai bisa diajak kerja sama
  3. Semua orang menginginkan pekerjaan yang menantang
  4. Orang harus diancam agar bekerja bagus
  5. Kelompok yang efektif adalah kelompok yang tidak punya konflik
Perilaku Organisasi menurut beberapa pakar.
  1. Suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok & struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan  untuk memperbaiki keefektifan organisasi  (Stephan P. Robbins)
  2. Sebuah bidang indisipliner yang ditujukan untuk   mempelajari bagaimana cara seorang individu atau sebuah kelompok cenderung untuk bertindak dalam organisasi (Richard L. Daft)
Kemudian pengertian dari Pengembangan Organisasi, sebagai berikut.
  1. Sistem yang menyeluruh yang berusaha menerapkan ilmu perilaku dengan memakai perencanaan jangka panjang yang bertujuan untuk mengembangkan strategi, struktur, dan proses untuk mencapai efektivitas organisasi (Huse & Cummings,1985)
  2. Suatu usaha yang berencana yang merupakan organisasi secara keseluruhan & dikelola dari pucuk pimpinan untuk meningkatkan efektivitas & kesehatan organisasi melalui intervensi yang berencana didalam proses organisasi dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku (Thoha,86)

Minggu, 11 September 2011

Bentuk Organisasi Fungsional

Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Kebaikannya;
1.      Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.      Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3.      Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

Keburukannya;
1.         Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.         Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

Organisasi adalah

Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubunganBhierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

Gambar di bawah ini melukiskan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis yang putusputus melukiskan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami; hubunganhubunganitu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkinberubah sebagai respons terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal.

Apakah organisasi itu? Ini adalah sebuah pertanyaan bagus dan paling mendasar dari anda. Karenanya, sangat penting bagi saya untuk segera mengirimkan jawabannya, sebelum kita melangkah pada materi yang lebih jauh.

Orang (dan pasti juga anda) mempersepsikan organisasi dalam beberapa macam, antara lain adalah:
  1. bahwa organisasi adalah sebuah wadah untuk melaksanakan kegiatan
  2. bahwa organisasi itu, terdiri dari sekelompok manusia yanbg diharapkan bekerjasama sedemikian rupa, hingga sasaran-sasaran tertentu dapat dicapai secara bersama
  3. bahwa organisasi merupakan sebuah kesatuan yang berupaya mengkoordinasikan berbagai kepentingan
  4. bahwa organisasi dibentuk untuk mencapai aneka macam tujuan dan sasaran
Sesuatu layak dikatakan sebagai sebuah organisasi apabila ia mempunyai unsur/ciri:
  1. merupakan sebuah sistem
  2. Sistem, terdiri dari orang, peralatan dan prosedur
  3. sistem itu bekerja sama
  4. ada aktivitas di dalamnya dan aktivitas-aktivitas itu dikerjakan secara bersama-sama
  5. anggota sistem (manusia) mempunyai berbagai kepentingan
  6. kepentingan diwujudkan dalam tujuan
  7. Tujuan ingin dicapai dan hanya bisa dicapai bila bekerjasama
efinisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi dan lain – lain. 

Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Di dalam organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagai contoh RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampai menjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan. 

Diharapkan data dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap fungsi departemen dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan untuk pendukung dari pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini saling berhubungan dan bekerja sama dapat kita namakan dengan istilah business process. Business process akan berkembang terus sejalan dengan berkembangnya organisasi. 

Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure, system, style, staff and skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu, kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah departemen bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi