Minggu, 13 November 2011

Jenis Struktur Organisasi


Terdapat beragam jenis struktur organisasi yang bisa didesain. Tulisan dibawah ini akan menggambarkan beberapa jenis struktur, disertai dengan kekuatan serta keterbatasan dari setiap jenis.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang struktur organisasi dan HR management

 Struktur Fungsional
Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi. Misal fungsi niaga, fungsi SDM dan fungsi teknik. Tipe ini memiliki kelebihan seperti berikut.


  • Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
  • Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
  • Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis

Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut:

  • Lingkungan stabil
  • Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
  • Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional

Namun tipe fungsional juga memiliki sejumlah keterbatasan, seperti :

  • Menekankan pada rutinitas tugas — kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
  • Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
  • Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
  • Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi — dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan

Tipe Output-based Structure


Mendesain struktur berdasar output/produk yang dihasilkan oleh unit/bagianorganisasi yang bersangkutan.

Kelebihan
  • Mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap hasil akhir (output yang dihasilkan)
  • Memungkinkan terjadinya diversifikasi ketrampilan (cross functional skills)
  • Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi menjadi lebih mudah

Relevan untuk Situasi:

  • Lingkungan tidak stabil
  • Ukuran organisasi relatif besar
  • Mengutamakan spesialisasi produk/output dan inovasi

Kekurangan

  • Berpeluang menggunakan ketrampilan dan sumber daya secara tidak efisien
  • Menuntut adanya ‘multiple role’ pada para karyawan sehingga dapat menimbulkan work stress
  • Hanya terpaku pada satu produk tertentu (output)

Tipe Struktur Matriks

Mendesain struktur berdasar kombinasi antara tipe fungsional dan tipe output-based.
Kelebihan
  • Mendorong penggunaan orang secara fleksibel
  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya keahlian yang dimiliki
  • Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang kohesif

Relevan untuk Situasi:
  • Dorongan untuk mendistribusikan dan membagi sumber daya/kapabilitas
  • Fokus pada dual perspectives : keahlian fungsional dan keandalan output

Kekurangan
  • Berpeluang menumbuhkan role ambiguity
  • Tanpa keseimbangan wewenang antara manajer fungsional dengan output-based coordinator, kinerja akan terganggu
  • Memberi kesempatan bagi inkonsistensi permintaan antara fungsional dan output-based people.

Process-based Structure

Mendesain struktur berdasar proses inti yang dilakukan oleh organisasi. Tipe ini lebih menekankan pada relasi lateral dibanding relasi vertikal.

Beberapa Ciri Process-based Structure:
  • Struktur ini didesain berdasar tiga hingga enam core process yang dimiliki oleh suatu unit/sub unit organisasi. Struktur tidak didasarkan pada fungsi ataupun output, tapi pada proses.
  • Fokus pada tugas/aktivitas yang menciptakan value. Tugas/aktivitas disimplifikasikan dengan cara mengeliminasi tugas-tugas yang non-esensial dan mengurangi tangga hirarki.
  • Dalam tipe ini, tim bersifat fundamental. Tim yang bersifat otonom bertanggungjawab untuk mendesain rencana dan mengeksekusinya hingga tuntas.
  • Anggota tim memiliki multiple skills

Kelebihan
  • Menumbuhkan efisiensi dan speed dalam penyelesaian tugas/pekerjaan
  • Mengurangi garis pemisah antar departemen
  • Meningkatkan kemampuan untuk melihat total wok flow
  • Mengembangkan keterlibatan karyawan
  • Mengurangi cost karena less overhead structure

Relevan untuk Situasi:
  • Lingkungan organisasi yang selalu berubah
  • Memiliki banyak projek yang tidak bersifat rutin

Kekurangan
  • Membutuhkan ketrampilan baru untuk mengelola relasi lateral
  • Membuka peluang untuk melakukan duplikasi sumber daya dan menciptakan role ambiguity
  • Membutuhkan perubahan command-and-control mindset
  • Mungkin membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan secara tim
  • Berpeluang tidak efektif jika prosesnya salah diidentifikasi

Pembagian departemen atau unit pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam :

  1. Departementalisasi Menurut Fungsi

Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum, produksi, dan lain sebagainya.

  1. Departementalisasi Menurut Produk / Pasar

Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah geografis, menurut jenis konsumen, dan lain sebagainya.

  1. Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks

Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.

Tidak ada komentar: